Make your own free website on Tripod.com

KELAB KAJIAN ALAM SEMESTA

Anjung Senama

Home | KULIAH SUBUH HAJI AMEER ABDUL AZEEZ | PENANG HERITAGE | PENANG HERITAGE | PENANG HERITAGE | PENANG HERITAGE | PENANG HERITAGE | LADANG DUBLIN | Page Seven Title | Kelab Aeromodelling Ludek | LADANG DUBLIN | CRAIG HOTEL | LUDEK PLANTATIONS

Terciptanya Manusia, Hari Pembalasan

Para Tokoh dan Konsep diseputarnya

Jusuf Achmad

 

Greetings from the One Infinite Creator, Most Gracious, Most Merciful.

 

Rekan-rekan pejalan spiritual menerangkan tokoh Iblis tidak terlepas dari kejadian terciptanya manusia, ditunjukNya manusia sebagai Khalifah di Bumi dan diijinkanNya Iblis menyabot rencanaNya ini sampai Hari Kiamat.  Supaya mendapatkan gambaran yang lebih lengkap, Insya Allah, saya akan menerangkan pula tokoh-tokoh lain yang lerlibat dalam penciptaan manusia dan kejadian Hari Kiamat-Pembalasan.  Karena saya menyebutkan saat ini keadaan sangat awal dari Density-4 Positif atau Surga tingkat pertama, pertanyaan menjadi kapan hari kiamat-Nya? Bagaimana dengan nasib Iblis saat ini? Bagaimana dengan tokoh-tokoh yang sering disebutkan pada saat menjelang Kiamat seperti Dajjal/Antichrist, Nabi Isa/Christ dan Imam Mahdi. 

 

Sudah banyak ditulis kontroversi mengenai kejadian pertama manusia, versi agama vs versi ilmu pengetahuan misalnya,namun saya akan coba menerangkan dari sudut lain.  Menurut saya cerita kejadian manusia sebenarnya dulu sulit diutarakan dengan lebih jelas, seperti sulitnya kita menjelaskan proses terjadinya anak kepada anak-anak yang masih di bawah umur tanpa harus diperlihatkan/diperjelas adegan x-rated scene.  Sehingga cerita seputar ini dituturkan memakai lambang-lambang (mitos-mitos) agar tidak menggangu jiwa anak / manusia yang tingkat kesadarannya masih rendah.  Dijaman lahirnya agama Hindu cerita ini dituturkan dengan lebih gamblang namun justru memberikan efek yang menghambat peningkatan kesadaran manusia.  Oleh karena itu selanjutnya pada agama Yahudi, Nasrani dan Islam dituturkan dengan banyak lambang/mitos.  Hal yang sama terjadi dengan konsep reinkarnasi yang sepertinya tidak ada pada agama-agama Timur-Tengah. 

 

Setelah sekarang kita telah lebih dewasa secara spiritual, mudah-mudahan kita bisa menerima pandangan-pandangan penciptaan manusia dengan lebih terbuka berdasarkan sumber dari The Ra Material (the Law of One books), sumber channeling lainnya seperti Q'uo, saya sendiri dan tentunya Al-Quran. Insya Allah. Para pembaca dengan meminjam kata-kata Q'uo ( www.llresearch.org ):  Greetings in the love and in the light of the one infinite Creator. It is our distinct privilege to be called to your group and we greet and bless each who sits in this circle of seeking. We greet you as your fellow pilgrims who have traveled your path and who are still traveling, seeking still the one Mystery Who created us, in whom we have our being, and to whom we now return, step by step by step. We ask only that you regard us as your brothers and sisters rather than as authorities. We gladly share our opinions with you. We do not claim them to be infallible. And so we ask that you use your discrimination, choosing those thoughts that you would further consider and leaving the rest behind.....marilah kita berusaha selalu mengambil hikmah-hikmah yang positif.

 

Membicarakan penciptaan manusia tidak bisa terlepas dari membicarakan Alam Raya sendiri.  Alam di octav ini terdiri dari tujuh lapisan langit atau tujuh density dan masih ada Alam-alam di octav berikutnya dan sebelumnya disamping alam-alam gaib lainnya (inner planes).  Tujuan penciptaan Alam-Raya tidak terlepas dari arti kehidupan di alam ini.  Keterangan mengenai Arti Kehidupan - The Meaning of Life sudah pernah saya sampaikan sebelumnya.

 

Kata Density dipakai untuk mencerminkan ketebalan, kepekatan, kepadatan di mana makin tinggi tingkatannya makin jelas "terlihat" dan "dirasakan" alam yang sedang dijalani.  Dengan kata lain makin tinggi density-nya kesadaran kita akan sekeliling (Alam Raya beserta isinya) semakin besar pula, samakin jelas "wajah" Tuhan.

 

Tujuh Lapis Langit Kesadaran:

                                 Langit/Density Pertama – Kesadaran Mineral/Batu-batuan - earth, wind and fire (siklus milyar lebih tahun)

                                 Langit/Density Kedua – Kesadaran Tumbuh-tumbuhan/Hewan (siklus milyar lebih tahun)

                                 Langit/Density Ketiga – Kesadaran manusia umumnya; Density of choice - dimana kita memilih salah satu jalur kembali kepada yang Satu. (lama siklus puluhan ribu tahun-terpendek, bisa mengulang berkali-kali)

                                 Langit/Density Keempat (Jalur Positif/Negatif) – Kesadaran akan Kecintaan, Bumi sedang dalam taraf sangat awal Density-4 Positif dimana alam/hukum alam Density-3 masih dominan. (siklus jutaan tahun) 

                                 Langit/Density Kelima (Jalaur Positif/Negatif) – Kesadaran akan Kebijaksanaan (wisdom), seluk beluk Alam Raya akan terbuka ditingkatan ini.  (siklus puluhan/ratusan juta tahun) 

                                 Langit/Density Keenam –  Kesadaran akan Kesatuan (Unity), dipertengahan alam ini kembali tidak ada lagi dualitas, tidak ada lagi positif-negatif, dimensi waktu sudah mulai tidak relevan.

                                 Langit/Density Ketujuh – Kesadaran akan Ketakberhinggaan, kembali ke alam Keillahian, awal dari suatu babak baru yang tak terbayangkan.

Lihat pula "Basic Cosmic Plan" dalam link: http://www.scottmandelker.com/Articles/cosmplan.html

 

Disamping itu ada alam gaib atau inner planes di mana jalur malaikat/angelic (angelic/deva kingdom instinctively follows Divine Law, clearly sees universal plan, reproduces design) yang secara instink selalu mengikuti semua rencana Alam/Tuhan dan sebaliknya jalur syaitan yang (dalam kesadaran mereka) selalu menghalangi rencana Alam/Tuhan (padahal tidak, kalau mereka  dipandang sebagai sparing partner, justru tanpa mereka kita sulit maju).

 

Di inner planes Density-3 ada kelompok malaikat dan kelompok syaitan yang mempengaruhi perkembangan kesadaran penghuni Density-3 tersebut.  Sedangkan di Density diatas tiga pengaruh inner planes ini kecil sekali, inilah salah satu sebab siklus di Density atas lambat karena banyak kedamaian.  Jadi para malaikat selalu mendorong semua pihak untuk maju dalam peningkatan kesadaran menuju kedamaian.  Sedangkan kelompok syaitan selalu menarik kesadaran semua pihak kebawah, kearah kebingungan atau chaos.  Dalam Kesadaran Unity keatas pengaruh inner planes menjadi tidak relevan.  Dalam keseharian kita seyogyanya lebih memperhatikan, menyingkapi wujud-wujud nyata yang bersifat seperti malaikat atau syaitan terutama terhadap diri kita sendiri dan orang-orang disekitar kita. 

 

Jalur positif biasa disebut dalam sumber New Age, seperti dalam Ra Material  ( www.llresearch.org ), sebagai jalur Pangabdi-Semua (Service-to-Others disingkat STO) dan jalur negatif sebagai Pengabdi-Diri (Service-to-Self disingkat STS).  Lebih banyak pihak yang nyaman dengan penyebutan STO dan STS daripada Positif dan Negatif, karena kedengarannya pihak kelompok negatif (STS) seperti tidak mempunyai sisi positif sama sekali.  Apakah Al-Quran mendukung pendapat ini?

 

Seluruh Surah Ar-Rahman (karena terlalu panjang saya berikan linknya saja) menerangkan mengenai hal ini:

Bahasa Indonesia:  http://www.kuran.gen.tr/html/indonesia/055.php3

Bahasa Inggris: http://www.kuran.gen.tr/html/english3/055.php3

[mohon diperhatikan ayat-ayat yang sering diulang-ulang yang kata-katanya:

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
"Then which of the Blessings of your Lord will you both (jinns and men) deny?"

Kata "kamu" seharusnya diterjemahkan "kamu berdua" seperti yang dalam terjemahan bahasa Inggris.  Dalam bahasa Arab ada sebutan untuk bentuk tunggal, dobel, dan jamak lebih dari dua].

                                 3. Dia menciptakan manusia, menunjukan penciptaan manusia awal yang belum mempunyai orientasi.

                                 Dalam 13 ayat pertama disebutkan penciptaan alam Density-1 dan 2 untuk kepentingan manusia.

                                  Ayat 14. Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, ayat ini menunjukan manusia yang telah mempunyai orintasi STO.  Pasrah, mudah dibentuk (tanah liat) sesuai keinginan pembuat tembikar, lebih dapat merefleksikan sisi feminin Tuhan.

                                 15. dan Dia menciptakan jin dari nyala api.  inilah manusia yang mempunyai orientasi STS.  Api lambang penuh semangat (ambisi?), lebih dapat merefleksikan sisi maskulin Tuhan.

                                 19. Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,
20. antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.

Ini menunjukan kedua belah pihak untuk sementara akan mempunyai dunianya sendiri-sendiri. Nantinya mereka akan bersatu kembali (di Density-6).

                                 22. Dari keduanya keluar mutiara dan marjan. menunjukan kedua orientasi mempunyai hasil yang positif.

                                 31. Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin. Tuhan mempunyai perhatian yang sama terhadap kedua belah pihak.

                                 46. Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.
48. kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan.
50. Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir.
52. Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan.
54. Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra. Dan buah-buahan kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.
55. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu (berdua) dustakan? 
Disini jelas sekali masing-masing pihak akan mempunyai surga yang terpisah.

                                 62. Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi.
64. kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.
65. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu (berdua) dustakan?

Disini disebutkan mengenai dua surga terpisah di Density-5 positif dan negatif - Density of Wisdom, kata-kata "hijau tua warnanya" menunjukan bahwa pelajaran di Density-4 telah lewat.  Hijau adalah warna cakra ke-4, Density of Love.

Dalam Agama Hindu mahluk-mahluk dari Density-4-5-6 disebut sebagai dewa-dewa dan pada saat itu para dewa bebas (terlihat) meluncur dilangit dengan pesawat-pesawat ruang angkasa mereka.  Mothership mereka besar berkilometer bagai gunung-gunung dan mereka dapat menempuh perjalanan inter-galaksi dengan mudah seperti yang disebut dalam:

24. Dan kepunyaan-Nya lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung.

33. Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.

 

Namun perebutan pengaruh dan penampakan kedua kelompok ini justru memandekan peningkatan kesadaran manusia (lihat kisah Bratayudha). Manusia terlalu silau dengan superioritas para mahluk density tinggi ini, sulit untuk tidak mendewakan mereka (anti-Tauhid).  Sehingga kedua belah pihak sepakat untuk tidak secara kasat mata muncul di Bumi ini.  Namun ada pihak yang "bandel" juga sehingga kadang-kadang muncul yang saat ini yang disebut UFO. 

 

Manusia (yang di Density-3) disebut mahluk terbaik yang diciptakan Tuhan adalah upaya untuk mengembalikan kepercayaan diri manusia.  Tuhan yang dalam hal ini di wakili oleh suatu Dewan dari Density-7 (Alam Ketakberhinggaan) memutuskan manusia orientasi STO menjadi Khalifah untuk Bumi.  Artinya Bumi akan bertransformasi menjadi Surga Density-4 Positif.  Kedua belah pihak disemua Density tunduk atas keputusan ini, kecuali sekelompok Jin yang masih dalam taraf awal Density-4 Negatif yang disebut Iblis.

 

Manusia dan Jin sama-sama masih dipengaruhi setan.  Namun dalam taraf akhir Density-3 sebenarnya setan sudah tidak bisa lagi mempengaruhi kedua pihak yang telah dewasa secara spiritual.  Itulah sebabnya Iblis disebut pemimpinnya setan.  Kenapa sekelompok Jin ini bisa terpeleset begini? Itulah free will. Mereka sangat kecewa dan sangat marah tidak bisa mendapatkan Bumi yang mereka inginkan.  Itulah keterbatasan mereka, keterbatasan dari Wisdom yang baru akan didapat di Density-5.  Perlu selalu diingat yang membangkang ini hanya sekelompok kecil dari kelompok yang berorentasi STS.  Namun sekali lagi tidak ada yang cacat dalam keterbatasan.

 

Yang bisa terpeleset bukan hanya Jin tapi juga manusia, Adam dan Hawa adalah contohnya.  Mereka didegradasi kembali ke Density-3 awal, namun karena mereka tidak membangkang malah Adam dijadikan utusanNya.  Karena sekarang keadaan yang sangat awal dari Density-4 Positif, kita semua patut waspada.  Menurut saya kekeliruan Nabi Adam karena terlalu konsentrasi kepelajaran untuk pembukaan cakra-cakra di atas, yang berhubungan dengan Unity-Keabadian-Ketakberhinggaan, sehingga pembukaan ketiga cakra di bawah yang merupakan syarat dasar kenaikan ke Density-4 justru terabaikan/ menurun/ terdistorsi (not clear).

 

Bumi ini sudah mengalami 3X 25.000 tahun siklus menuju Density-4 Positif dan baru pada kali yang ketiga ini berhasil.  Bumi menghasilkan lulusan baik untuk jalur positif (STO) maupun negatif (STS).  Jumlah STO lebih banyak oleh karena itu manusia menjadi Khalifah di Bumi (urutan cerita ini menjadi tidak linier, ingat bagi Density-7, apalagi Tuhan, waktu tidak relevan).

 

Iblis pada hari kiamat akan ditarik ke inner planes.  Apakah mereka sudah ada di sana? Belum.  Jadi kapan? Sampai pengaruh Alam Density-3 di Bumi sekarang hilang/tidak signifikan.  Para Jin yang disebut Iblis ini masih hidup dan masih memegang tampuk kekuasaan di dunia sekarang.  Mereka secara kolektif yang membuat Bumi sekarang dalam kekacauan, membuat manusia baik yang STO maupun yang STS bingung, chaos.  Kelompok ini juga yang secara kolektif disebut Dajjal oleh Rasullah yang kebohongannya luar biasa atau Anti-Christ menurut kaum Nasrani yang artinya sangat tidak mempunyai rasa kecintaan, tidak pemaaf yang bertolak belakang dengan sifat dan misi Nabi Isa.

 

Pihak STS juga tidak senang dengan pihak Iblis ini karena para Jin yang siap di tuai untuk masuk Density-4 Negatif (di planet lain) bisa-bisa juga ikut-ikutan of control menjadi tidak pasrah (bagi manusia - out of acceptance menjadikan tidak pasrah).  Kalau kita menjadi dongkol, marah, tidak ceria, merasa tidak damai terhadap ulah Iblis ini maka kita termakan oleh umpan mereka.  Cakra-cakra di bawah kita menjadi tidak clear dan gagal lulus ujian naik ke Density-4.  Kalau terjadi lagi hal ini bukan yang pertama kali.

Hasil akhir Density-3: senantiasa dalam keadaan penuh vitalitas/keberanian (Merah), keceriaan (Jingga) dan kecerdasan (Kuning) yang menghasilkan ketenangan bagi dirinya (at least) dan sekelilingnya (hening/damai).

Kapan manusia dianggap pantas menjadi Khalifah di Bumi yang akan menuju ke Density-4 Positif?  Tidak lama setelah perang dunia kedua.  Kenapa? Bayangkan manusia begitu pemaafnya. Bangsa-bangsa yang kalah perang seperti Jerman dan Jepang tidak dibunuh penduduk/tentaranya (hanya para pemimpin) malah di bantu untuk di bangun kembali.  Tidak ada orang yang risih naik Mercedes yang juga dikendarai oleh para SS nya Hitler. Tidak ada orang Indonesia yang risih naik Toyota karena alasan Jepang pernah menyusahkan bangsa Indonesia.  (Bandingkan dengan cerita di film Troy).  Jadi secara global manusia telah lulus ujian, tinggal sekarang untuk tingkatan individu-individu.

 

Kaisar Hirohito dimaafkan, padahal pemimpin bangsa ini jelas-jelas menyerang Pearl Harbor dan membunuh banyak warga A.S. (dengan cara yg dianggap licik) yang jumlah korbannya tidak kalah banyak dibanding peristiwa 911. Coba bandingkan dengan nasib rakyat Irak dan presidennya yang keterlibatan mereka dengan peristiwa 911 tidak terbukti dan senjata pembunuh masal yang dituduhkan bisa membahayakan umat manusia tidak diketemukan.

 

Saya tidak perlu memperjelas siapa yang saya maksud dengan Iblis atau secara kolektif sosok Dajjal.  Yang paling penting dingat adalah agar kita tidak terpancing menjadi marah, jengkel, tidak ceria terhadap semua pihak (terutama yang ada di sekitar kita) yang membuat cakra-cakra kita di bawah tidak clear.  Caranya? Forgive them, maafkan mereka tidak ada yang salah dengan keterbatasan.

 

Perlu di ingat setiap STO yang secara spiritual telah dewasa dapat dengan mudah switch menjadi STS hanya dengan niat. Jangan-jangan kita sendiri masuk dalam kelompok.....saya malas menyebutnya.  Cara yang paling efektif untuk menanggulangi ini adalah dengan menghadirkan ruh Isa dalam diri kita lalu melaluinya di "bunuh" Dajjal yang ada dalam diri kita sendiri dengan pemaafan dan kecintaan.  Ingat selalu tidak ada yang cacat dalam keterbatasan, always try to love all.

 

May we always be in peace,

 

.

 

Subject: [KKAS] Terciptanya Manusia, Hari pembalasan - Para Tokoh dan Konsep diseputarnya (Bag. 2)

 

Greetings from the One Infinite Creator, Most Gracious, Most Merciful.

 

Dalam posting saya "Arti - Kehidupan" di mana anak-anak (CiptaanNya) Raja (Sang Maha Pencipta) bereksplorasi ke hutan dengan perlengkapan minimum.  Maka akan ada pertanyaan siapa yang akan berperan sebagai Malaikat dan siapa yang akan berperan sebagai Setan.

 

Kalau kita simplifikasi katakanlah yang menjadi Malaikat adalah sebagian dari anak-anak Raja yang bisa terbang (tidak memiliki perlengkapan minimum) jadi bisa mengetahui seluruh seluk-beluk hutan.  Mereka bisa terbang di atas hutan namun tidak kasat mata.  Mereka berfungsi sebagai Penjaga (Guardian) agar semua anak-anak dapat pulang dengan selamat ke Istana.  Mereka baru dapat di mintai petunjuk dalam keadaan khusus.  Kalau bisa tanya terus arah jalan nggak seru donk permainannya.

 

Dasar anak-anak, sebagian kecil di antara mereka, karena melihat permainan ini sebagai "kurang seru" diam-diam menyamar sebagai yang kebalikan dari fungsi Guardian.  Mereka menggoda sebagian saudara-saudara mereka yang ingin pulang ke Istana dengan cara memberi arah yang salah.  Tidak semua saudara mereka yang di ganggu tentunya.  Yang sok benari, sok tahu dan pengecut sering menjadi sasaran mereka.  Ulah mereka tentunya sangat dibenci oleh saudara-saudara mereka yang menjadi sasaran "practical jokes" ini.  Lontaran kata-kata kutukan sering diluncurkan kepada saudara mereka yang menjadi "Guardian Palsu" alias Setan-Iblis ini.

 

Sang Raja dan sang Guardian tentu tahu mengenai ulah anak-anak "bandel" ini untuk membuat eksplorasi di hutan lebih seru, kalau ada yang melampaui batas di adakan intervensi juga.  Ahkirnya semau anak-anak pulang dengan selamat ke Istana, hal ini di pastikan oleh sang Guardian. Kembali di istana hal-hal yang menyebalkan di hutan justru menjadi cerita-cerita lucu. 

 

Cerita di atas tentunya hanya suatu ilustrasi dengan banyak simplifikasi.  Mudah-mudahan dengan pengertian (understanding) kita dapat memaafkan Setan-Iblis yang berfungsi sebagai lawan tanding kita (sparing partner).  Mereka saudara-saudara kita juga (Its a dirty job, but someone has to do it).  Dengan kata lain mereka secara suka rela berfungsi sebagai Setan-Iblis dan menjadi sasaran kutukan saudara-saudara mereka sendiri.  Maafkan mereka, try to love all, becuase All is One.

 

Tapi apakah ulah mereka yang membuat kekacauan di muka bumi ini perlu dihukum?  Bukankah kalau tidak dihukum akan menyeret dunia ini dalam keadaan lebih chaos?  Disinilah perbedaan kelompot STS dan kelompok STO.  Dalam STS keadilan harus ditegakan, tidak pandang bulu, suatu kesalahan harus di balas dengan hukuman yang setimpal.  Pemaafan bisa mendatangkan chaos.  Ya, memang hal ini ada benarnya.  Sedangkan dalam kelompok STO kecintaan untuk semua, maafkanlah mereka atas keterbatasan mereka. Kita sedang belajar apa arti keterbatasan.

 

Jadi siapa yang akan menghukum Iblis yang ber-ulah secara kasat mata di Bumi ini?  Karena mereka berasal dari kelompok STS yang out of control.  Biarlah kelompok STS sendiri yang menghukum Iblis sesuai dengan takarannya di Bumi ini. Arah ini sudah terlihat saat ini.  Di alam nanti? Itu urusan Tuhan. Kedua belah pihak (STS vs Iblis) sekarang sama-sama memegang pusat-pusat kekuasaan di dunia ini. "Pertempuran" ini bisa yang dikatakan perseturuan antara Ya'juj dan Makjuj atau biasa disebut juga Gog & Magog dalam Kitab-kitab suci. Pertempuran mereka dinubuatkan terjadi di akhir zaman ini.  Perhatian kata Dajjal (hadis) tidak ada dalam Al-Quran tapi kata Iblis sangat sering disebut-sebut.

 

Dari sumber-sumber New Age di "Hari Pembalasan" memang tidak disebut-sebut yang ditarik ke inner-planes Alam Setan, hal ini sepertinya untuk mengurangi rasa ketakutan lagipula hanya sebagian kecil kelompok yang masuk kategori ini.  Biasanya hanya di sebut sebagian besar manusia yang mengulang pelajaran Density-3 di planet lain, kelompok STS yang lulus akan dipindahkan (ruhnya) ke planet lain untuk melanjutkan pelajaran di Density-4 Negatif dan kelompok manusia pengabdi sesama (STO) akan terus di Bumi menjadi wakil-wakilNya, melanjutkan pelajaran di Density-4 Positif.

 

Ingatlah selalu "Sesungguhnya seluruh ciptaan-ciptaan Nya sempurna / tiada cacat" (saduran dari permulaan surah Al-Mulk).  Tetaplah damai apapun yang terjadi di dunia ini agar kita semua sebagai manusia pengabdi sesama selamat dalam masa transisi ini, selamat sampai di Alam Density-4.  Insya Allah.  

 

May we always be in peace,

 

Jusuf Achmad.